(Renungan 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia)
Oleh: Hardono (Putra Gunung Lawu)
Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah air ku.
Marilah kita berseru Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku hiduplah negeriku bangsaku rakyatku semuanya.
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya merdeka merdeka Tanahku negriku yang kucinta.
Indonesia Raya merdeka merdeka.
Hiduplah Indonesia Raya.
(W.R. Supratman)
Untuk pertama kalinya, lagu kebangsaan tersebut di atas oleh penciptanya (Wage Rudolf Supartman) telah berhasil dikumandangkan pada Konggres Pemuda tahun 1928. Jika ditelaah secara mendalam akan hakekat maknanya, tampak bahwa beliau sangat memahami dan menjiwai tentang sejarah dan karakter bangsa Indonesia. Visi dan misi kebangsaannya penuh dengan nilai-nilai kejuangan, spirit kebangsaan, amanat, dan cita-cita bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan serta mengisi jembatan emas kemerdekaan hingga saat ini. Makna inti sebenarnya dimaksudkan untuk membangkitkan kita sebagai patriot sejati untuk peduli kepada bangsa dan negara agar menjadi bangsa yang beradab, berbudaya, bermartabat, dan maju serta memiliki prestasi yang tinggi. Namun demikian, dalam realita saat ini secara kasat mata bisa dilihat ternyata masih banyak ditemui orang-orang dalam segala profesi yang hanya numpang hidup untuk kepentingan diri sendiri atau kelompoknya tanpa memperdulikan nasib anak bangsa lainnya. Orang-orang inilah yang disebut benalu atau parasit bangsa yang tidak memikirkan negeri tapi justru malah menghisap dan menggerogoti kekayaan negara serta menciptakan kerusakan bagi bangsa.
Pertanyaannya sekarang adalah “Sebagai apa dan dimana posisi diri kita masing-masing di kancah kehidupan berbangsa dan bernegara pada saat ini?”
Apakah sebagai patriot atau nasionalis, atau justru sebaliknya hanya sekadar numpang hidup, benalu, atau bahkan sebagai perusak bangsa? Untuk mengupasnya berikut ini saya coba ungkapkan makna bait per bait lagu Indonesia Raya. Berkaitan dengan fenomena, dinamika situasi dan kondisi kontemporer sehingga nantinya bisa dijawab sesuai atau belum pemikiran, sikap, dan perilaku bangsa Indonesia pada umumnya dengan hakekat makna lagu kebangsaan tersebut.